Genjot Ekspor Teh dan Kopi ke Kawasan Asia Afrika




INILAHCOM, Bandung - Sejauh ini, produk hasil perkebunan Jabar yang diekspor terbatas hanya komoditas teh dan kopi.

Dengan terbentuknya Asian-African Business Council (AABC) hasil dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) beberapa waktu lalu, Kadin Jabar mengharapkan adanya peningkatan yang signifikan.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Agung Suryamal menilai, pembentukan AABC itu merupakan langkah positif yang harus diapresiasi. Diharapkan, lembaga ini nantinya akan mendorong perekonomian di negara-negara kawasan Asia dan Afrika.

"Langkah untuk membentuk AABC ini bagus untuk membangun sinergi antarnegara di Asia dan Afrika. Dengan lahirnya lembaga ini diharapkan penjualan komoditas bisa meningkat secara signifikan. Ini sangat berarti untuk melihat potensi produk dan potensi pasar di masing-masing negara," kata Agung kepada INILAH, Selasa (28/4).

Menurutnya, saat ini untuk ekspor hasil perkebunan asal Jabar hanya berupa teh dan kopi. Itu pun diakuinya masih dalam jumlah yang belum terlalu banyak. Dengan adanya AABC ini pun pihaknya akan menggenjot pemasaran komoditas teh dan kopi Jabar ke negara-negara Asia dan Afrika.

"Untuk ekspor hasil perkebunan asal Jabar itu masih kurang. Selama ini, kebanyakan dari negara-negara Afrika itu merupakan buyers yang membeli produk olahan tekstil, garmen, manufaktur, dan alas kaki," ucapnya.

Selain itu, Agung pun mengharapkan nantinya dibutuhkan lembaga perbankan koresponden terkait ekspor impor. Selama ini, untuk layanan perbankan itu melalui bank-bank di negara tujuan.

Seperti diketahui, dalam pembentukan AABC itu terdapat sejumlah poin penting. Di antaranya, memperkuat hubungan kerja sama perdagangan dan industri di antara negara-negara Asia dan Afrika.

Kamar dagang di Asia dan Afrika ini akan mendorong pemerintah menghilangkan hambatan dagang, bisnis, antara Asia dan Afrika. Poin selanjutnya berkaitan dengan promosi bersama konektivitas dan infrastruktur yang menjadi kendala perdagangan Asia-Afrika. Berikutnya berhubungan dengan pengembangan usaha kecil dan menengah.

Berbagai pihak mengharapkan AABC ini akan memperkuat hubungan negara di kawasan Asia-Afrika untuk membangun kesejahteraan bersama.

Sementara itu, untuk komoditas strategis seperti teh dan kopi, Pemprov memberikan perhatian khusus. Beberapa waktu lalu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan benih teh dan kopi bersertifikat kepada petani. Hal itu, guna mengembangkan industri kopi di Jawa Barat dan mendukung program gerakan penyelamatan agribisnis nasional.

Sebanyak satu juta benih kopi dan 7,5 juta benih teh unggul secara simbolis kepada 62 Kelompok Tani Kopi Arabika Java Preanger di 6 Kabupaten di Jabar, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

"Kami berharap agar para petani dapat meningkatkan produktivitasnya agar teh dan kopi menjadi produk unggulan nasional. Terus kembangkan teh dan kopi sehingga akan menjadi komoditas unggulan nasional yang ada di Jawa Barat," ujarnya.

Pemerintah pusat diakuinya menggelontorkan dana besar untuk mengembangkan agribisnis di Indonesia. Untuk itu, Aher menginginkan petani di Jabar memanfaatkan itu untuk menjadi pelopor bangkitnya, khususnya industri teh nasional. "Maka tidak akan pernah mungkin ada kebangkitan teh di Indonesia kalau tidak ada kebangkitannya di Jabar," tambahnya.

Pemprov Jabar juga mencanangkan produk teh dengan label Java Preanger yang diharapkan akan menjadi produk unggulan Jabar yang go international.

Jawa Barat merupakan produsen teh terbesar di Indonesia. Dari luas 494.166 ha atau 13,76% dari luas Provinsi Jawa Barat atau terluas ketiga setelah Provinis Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Di Jawa Barat terdapat perkebunan teh seluas 94.850 ha, yang terdiri dari perkebunan teh rakyat seluas 48.636 ha, perkebunan teh swasta seluas 21.023 ha, dan perkebunan teh negara seluas 25.191 ha. Sementara untuk kopi, Jawa Barat memiliki perkebunannya seluas 25.004 ha, dan perkebunan milik swasta seluas 409,42 ha. (jul) 

http://www.inilahkoran.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *